Page

Selasa, 03 Agustus 2010

Bank Indonesia akan Redenominalisasi Rupiah

Mungkin berita ini kedengarannya mengada-ngada, tapi ini benar adanya. Mungkin kita teringat pelajaran sejarah dulu yang mengunting uang kita menjadi setengah nilainya, kejadian ini akan terulang kembali saat ini. Isu tentang pemotongan nilai rupiah sudah lantang didengungkan oleh beberapa pihak, dan bahkan sudah menjadi wacana di DPR.

Setelah Gubernur Bank Indonesia diangkat, Darmin Nasution segera mempersiapkan beberapa bahan untuk melakukan renominalisasi rupiah dan membuat satu rupiah menjadi lebih berarti.

Kapan dan bagaimana melakukannya ? Lebih lanjut Darmin Nasution mengungkapkan hal ini perlu pembahasan lebih lanjut dan tentunya pengajuan kepada pihak DPR.

Mengingat tahun 1950-an pernah terjadi gunting syariffuddin, yang membuat nilai uang kita menjadi setengahnya, mungkin hal yang sama akan terjadi lagi di masa yang akan datang.

Apa yang harus kita lakukan ?

Hendaknya kita melakukan konversi pada uang yang kita miliki menjadi barang berharga lain. Menurut saya, yang paling baik adalah emas dan perak, atau properti.

source : tribun Medan

Share

8 komentar:

Anonim mengatakan...

Baru saja diangkat sudah buat kebijakan macam-macam.

Memang tidak cocok untuk dijadikan gubernur BI. Wajar saja banyak yang walk out saat dia diangkat jadi Gubernur BI.

Surianto mengatakan...

Baca berita dulu sebelum komentar di blog. Darmin Nasution itu diangkat secara aklamasi. bukan melalui voting. artinya mayoritas suara memilih dan menghendaki beliau menjadi Gubernur BI.

Saya sendiri juga berpendapat, dengan diluncurkannya mata uang 1000 dan 10 ribu rupiah baru, tentunya akan mendorong inflasi.

Rupanya sudah disiapkan rencana sedemikian rupa. Kalau Denominalisasi benar-benar terjadi, kita harus segera mengkonversi mata uang menjadi mata uang lain.

Sudirman mengatakan...

Investasi yang paling bagus adalah di emas. selain liquiditasnya tinggi, lebih mudah untuk dibawa dan tidak mudah rusak.

Properti misalnya rumah, akan sangat sulit, karena tidak mudah untuk menjual rumah, dan lagipun, sangat sulit untuk menjaga keadaan rumah dan tanah tetap seperti sedia kala.

Meskipun persen kenaikan harga properti adalah lebih tinggi daripada persen kenaikan harga emas, emas tetap menjadi primadona.

Nur Alif mengatakan...

Saya hanya orang awam yg ada di benak saya seperti ini : semoga ini menjadi langkah awal yang baik agar nilai uang kita tidak terlalu terpuruk dibanding negara lain. 1US$=Rp10,- ,1RM=RP2.5,- ,dan 1$singapore=Rp5,- tentu ini lebih membanggakan. Saya hanya berharap Indonesia tidak terlalu kolot untuk menerima perubahan.

Anonim mengatakan...

Kalau investasi emas batangan yg per gran dimana bisa membelinya

Admin mengatakan...

@Anonim diatas :
Investasi emas batangan bisa dibeli di toko-toko emas yang ada di kota anda. Emas batagan dijual per gram. Minta mereka untuk memotong nya untuk anda.

Ada beberapa cara untuk melakukan investasi dengan emas,MedanGold.com akan membahas beberapa cara investasi melalui emas yang bisa kita lakukan.

Anonim mengatakan...

kalau menurut pendapat pribadi masih banyak hal yang lebih penting yang mesti dipirkan oleh bihak BI. Sepengatuan saya redenominalisasi adalah mengganti nilai nominal mata uang dengan nilai riil yang sama (terus apa pengaruhnya bagi masyarakat dan negara) bukankah lebih baik pihak BI mencari solusi untuk mempertahankan nilai riil Rupiah atau lebih baik lagi jika bisa meningkatkan nilai riil rupiah misalnya (us$1= Rp 7500 riil) daripada (us$1= Rp 9/ riil rp 9000 sebelum denominalisasi). ayo pilih yang mana? saya rasa rakyat Indonesia sudah andai untuk menentukan pilihan. Jangan sampai kita teralih perhatian hanya oleh bungkusnya, tapi yang penting isinya.

Anonim mengatakan...

Kalau memang tidak ada ruginya renominalisasi lebih baik dilakukan, mungkin masalah yang akan muncul akan terjadi benturan dengan sebagian besar masyarakat kita yang ingin berubah tetapi sulit menerima perubahan, jadi lebih baik pelajari dan kaji maksudnya baru berkomentar atau bertindak.